News

Warner Bros Tuding ByteDance Pake Karakter Ikonik untuk Video AI

Jakarta (KABARIN) - Perusahaan hiburan raksasa Warner Bros. menuding ByteDance memakai karakter-karakter ikonik milik mereka di layanan video AI terbaru bernama Seedance 2.0. Karakter yang disebut-sebut ikut “dipakai” antara lain Superman, Batman, hingga serial fantasi populer Game of Thrones.

Dilansir dari Variety pada Selasa (17/2) waktu setempat, Wakil Presiden Legal Warner Bros., Wayne Smith, menyebut karakter-karakter tersebut adalah aset super penting bagi perusahaan. Ia menilai ByteDance sengaja melakukan pelanggaran hak cipta. Padahal, penasihat hukum ByteDance saat ini, John Rogovin, sebelumnya pernah ikut menjaga hak cipta karakter-karakter itu ketika masih bekerja di Warner Bros.

Warner Bros. pun meminta ByteDance segera menghentikan penggunaan karakter mereka untuk pelatihan AI. Mereka juga mendesak agar ada sistem pengamanan tambahan supaya kejadian serupa tidak terulang.

Seedance 2.0 sendiri baru diumumkan pekan lalu sebagai versi AI yang lebih canggih. Namun tak lama setelah peluncuran, muncul berbagai video yang bikin heboh. Ada adegan pertarungan Tom Cruise melawan Brad Pitt, lalu Batman melawan Spider-Man, sampai Superman versus Thanos. Bahkan ada juga versi alternatif film dan serial, termasuk Game of Thrones.

Bukan cuma Warner Bros. yang bereaksi. Raksasa hiburan lain seperti Disney dan Paramount ikut mengirim surat peringatan. Sementara itu, Motion Picture Association dan SAG-AFTRA juga mengecam keras platform tersebut.

Menanggapi kritik, ByteDance menyatakan akan menambahkan sistem pengamanan untuk mencegah penggunaan karakter tanpa izin. Namun Warner Bros. menilai pendekatan yang menyalahkan pengguna justru keliru.

“Pengguna bukan penyebab utama pelanggaran. Mereka hanya menggunakan karakter yang sudah ada di Seedance secara pra-terpasang. Itu adalah pilihan desain ByteDance,” tulis Smith.

Surat keberatan tersebut juga menyoroti berbagai video lain di Seedance yang menampilkan karakter dari The Matrix, The Lord of the Rings, Harry Potter, hingga serial animasi Rick and Morty. Bahkan ada adegan pertarungan yang melibatkan Batman, Catwoman, dan Superman dalam satu frame.

Warner Bros. memang mengakui langkah ByteDance membatasi prompt teks adalah sinyal positif. Tapi mereka tetap mempertanyakan kenapa sistem pengamanan itu tidak diterapkan sejak awal peluncuran Seedance.

Kasus ini makin memanaskan perdebatan soal hak cipta di era AI. Di satu sisi, teknologi makin canggih dan bebas bereksperimen. Di sisi lain, studio-studio besar jelas nggak mau karakter ikonik mereka dipakai sembarangan tanpa izin.

Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: